• Bahasa Indonesia
  • Français
Hasil UN bisa untuk masuk PT Perancis tanpa tes

London (ANTARA News) - Pelajar lulusan Sekolah Menengah Atas di Indonesia dapat menggunakan hasil Ujian Nasional untuk masuk ke Perguruan Tinggi di Perancis tanpa test.

Hal itu disampaikan Atase Pendidikan KBRI Paris Syafsir Akhlus kepada Antara London, Sabtu sehubungan dengan pembicaraaannya dengan Bertrand de Hartingh, Conseiller de Cooperation et d Action culturelle pada Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, kepada Antara London, Sabtu.

Dikatakannya kemungkinan pengakuan hasil Ujian Nasional disetarakan dengan Baccalaurat. Sehingga hasil Ujian Nasional tersebut dapat digunakan sebagai dokumen kualifikasi untuk masuk ke Perguruan Tinggi di Perancis, ujarnya.

Pada sistem pendidikan nasional di Perancis, siswa yang lulus Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas, baik umum, teknologi maupun kejuruan, akan mendapat diploma Baccalaurat dan dapat langsung masuk ke Perguruan Tinggi tanpa ada test masuk, karena diploma Baccalaurat (Bac) merupakan diploma awal Perguruan Tinggi.

Menurut Syafsir Akhlus, mekanisme ini telah berjalan sejak tahun 1808 dan sampai saat ini masih tetap berlaku. Proses evaluasi penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi hanya dilakukan melalui seleksi berkas dari para kandidat. Walaupun sudah diterima di Perguruan Tinggi, masih banyak calon mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang.

Sebagai gambaran, pada tahun 2007 hanya 404.760 atau 77,2 persen dari 524.300 pemegang diploma Bac yang mendaftar ke Perguruan Tinggi. Jumlah ini merupakan 54 persen dari kaum muda usia masuk Perguruan Tinggi Perancis pada tahun tersebut.

Dikatakannya rendahnya angka pendaftaran ulang ini memberikan peluang kepada mahasiswa asing, termasuk Indonesia, untuk dapat memulai pendidikan tingginya di Perancis sejak tahun pertama di Perguruan Tinggi. Disisi lain, pada sistem pendidikan nasional di Indonesia juga dikenal adanya Ujian Nasional untuk Sekolah Menengah Atas, baik umum maupun kejuruan.

Hasil Ujian Nasional tersebut merupakan salah satu penentu kelulusan siswa, tetapi belum dapat digunakan untuk masuk ke Perguruan Tinggi, karena di Indonesia masih diberlakukan Ujian Masuk ke Perguruan Tinggi. Sistem Ujian Nasional di Indonesia sebenarnya memiliki nilai kesamaan dengan ujian Baccalaurat di Perancis, karena sama-sama bersifat nasional dan hasilnya dijamin oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Menurut pembahasan tersebut merupakan salah satu agenda kunjungan Bertrand de Hartingh ke KBRI Paris, yang menjadi kunjungan balasan atas kunjungan Syafsir Akhlus ke Kedutaan Perancis di Jakarta baru baru ini. Prosedur penerimaan mahasiswa asal Indonesia di Perguruan Tinggi Perancis, khususnya pada jenjang S1 atau Licence, lebih lanjut akan dibahas di Kementerian Pendidikan Nasional Perancis pada pertemuan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Syafsir Akhlus mengatakan pembahasan tersebut difasilitasi Marc Melka, Chef du Departement Asie et Afrique Kementerian Pendidikan Nasional Perancis, yang mendampingi Bertrand de Hatingh pada waktu working lunch. Apabila dicapai kesepakatan, maka lulusan SMA/MA dapat menggunakan hasil Ujian Nasional untuk masuk ke Perguruan Tinggi di Perancis tanpa test, ujarnya.

Selain hasil Ujian Nasional, salah satu syarat utama lainnya masuk ke Perguruan Tinggi di Perancis adalah Diploma yang menunjukkan kemampuan berbahasa Perancis.

Bertrand de Hartingh yang juga merangkap sebagai Direktur Institut Francais Indonesia mengatakan diploma minimal yang disyaratkan adalah B-2. Untuk itu Institut Francais Indonesia melakukan perluasan akses dan jejaring di 10 kota besar di Indonesia agar masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa, dapat lebih mudah belajar Bahasa Perancis dan mengikuti ujian-ujiannya.

Syafsir Akhlus, mengakui kesepakatan ini dapat menunjang kemudahan akses pendidikan yang merupakan salah satu upaya penguatan kerjasama bilateral bidang pendidikan tinggi. Selain bentuk nyata implementasi satu dari lima pilar Strategic Partnership antara pemerintah Indonesia dan Perancis. (ZG)

Bagikan artikel ini

Rekanan Resmi

Rekanan Pendamping

Rekanan Media

Metro tv